BERITA LIGA SPANYOL >> PRIMERA DIVISION

Para Pemain Incaran Barcelona Ramai-Ramai Memberontak

Philippe Coutinho (Liverpool)

Minggu, 13 Agustus 2017 14:48 WIB

Cekskor.com – Ousmane Dembélé dan Philippe Coutinho memberontak. Kedua pemain yang tengah diincar Barcelona ini sama-sama melakukan perlawanan terhadap klubnya masing-masing.

Dembele mangkir tanpa alasan dari sesi latihan Borussia Dortmund dan telah dijatuhi denda oleh klubnya. Sementara itu, Coutinho sudah mengajukan permohonan transfer kepada Liverpool. Kedua pemain ini memang ingin bergabung dengan Barcelona dan mereka memaksakan transfer itu karena klub mereka menolak untuk bernegosiasi dengan klub Catalan tersebut.

Pemberontakan seperti ini adalah strategi yang berisiko, tapi sering kali membuahkan hasil karena klub-klub biasanya menyerah dan menyetujui keinginan pemainnya untuk pergi. Lagi pula tidak ada gunanya mempertahankan seorang pemain yang ingin pindah klub.

Neymar juga sempat melakukan pemberontakan yang hampir sama terhadap Barcelona untuk memaksakan transfernya ke Paris Saint Germain. Bedanya, dalam kontrak pemain itu ada klausul pelepasan yang bisa ditebus yaitu 222 juta euro. Tapi, klausul serupa tidak tecantum dalam kontrak Dembele dan Coutinho sehingga Barcelona harus menegosiasikan harganya dengan klub-klub pemilik mereka.

Klausul pelepasan yang diberlakukan di klub-klub Spanyol memang sering merugikan mereka. Karenanya, Real Madrid mencatumkan klausul yang mustahil ditebus dalam semua kontrak baru dengan bintang-bintang mereka. Cristiano Ronaldo dipagari dengan klausul 1 miliar euro. Begitu juga dengan Gareth Bale dan Karim Benzema. Sementara Ico Alarcon 700 juta euro serta Toni Kroos dan Luka Modric masing-masing 500 juta euro.

Presiden Madrid, Florentino Perez, memang cerdik. Dengan nilai sebesar itu tidak akan ada klub yang mampu menebusnya sehingga mereka harus bernegosiasi dengan Madrid jika ingin mendapatkan bintang-bintang itu.

Pemberontakan yang dilakukan Dembele dan Coutinho memang bagus buat Barcelona. Tapi, sikap itu menjadi contoh yang buruk. Hal itu menunjukkan tidak ada lagi nilai-nilai yang dihormati dalam sepakbola kecuali nilai uang. (CS/Rizal)

Berita Terkait