BERITA ALL SPORT >> MOTO GP

Regulasi Flag-to-Flag MotoGP Menuai Kritik

Jorge Lorenzo (Ducati) --FOTO: Ducati.com

Kamis, 10 Agustus 2017 15:29 WIB

Cekskor.com - Sebuah insiden antara pembalap Aprilia Aleix Espargaro dengan pembalap Suzuki Andrea Iannone nyaris terjadi pada MotoGP Republik Ceko di Sirkuit Brno, Minggu (6/8). Momennya, ketika kedua pembalap melakukan penggantian motor di pit. Espargaro tak melihat ke arah belakangnya begitu selesai mengganti motornya. 

Ia tanpa sadar memotong jalur Iannone. Efeknya, demi menghindari benturan, pembalap Italia tersebut harus membelokkan motornya hingga terjatuh. Beruntung, mantan pembalap Ducati ini tak cedera. Namun, insiden ini mengangkat kembali perhatian terhadap regulasi flag-to-flag' yang telah diperkenalkan MotoGP sejak 2005. 

Sebelum start, balapan di Brno dinyatakan berlangsung dalam regulasi flag-to-flag karena adanya kombinasi kondisi trek. Saat start, trek masih basah, tapi kemudian diyakini mengering ketika balapan berlangsung. Artinya, seluruh pembalap harus menggunakan spek motor basah di awal balapan dan lantas menggantinya ke spek kering saat trek sudah mulai mengering. 

Regulasi flag-to-flag sesungguhnya menarik buat penonton. Sebab, tim dan pembalap mereka harus pintar-pintar menyusun strategi, terutama menentukan kapan harus masuk pit untuk mengganti motor. Namun, bagi pembalap, regulasi tersebut menyimpan bahaya tersendiri seperti yang terjadi dalam kasus Espargaro dan Iannone. 

Jorge Lorenzo, yang finis ke-15 di Brno, menyebut personel tim MotoGP belum terlatih untuk melakukan pitstop seperti yang biasa dilakukan kru tim F1 untuk mengganti ban di tengah balapan. 

"Ini bukan F1, kami tak punya budaya mengganti ban. Mereka (F1) lebih baik dan lebih siap, " kata Lorenzo seperti dikutip dari Motorsport.com.

"Dalam balap motor, ini sebuah situasi aneh, dan di MotorGP semua orang di pit bingung. Saya menentang situasi ini karena berbahaya, lihat apa yang terjadi pada Iannone. Ada kebingungan, beruntung tak ada yang cedera."

Meski begitu, Lorenzo mengakui promotor MotoGP, Dorna, tak mungkin membuat perubahan fundamental dari regulasi flag-to-flag, karena aturan ini menjamin suatu balapan bisa dihentikan dalam kondisi apa pun. 

"Dorna memutuskan dan kamilah yang harus balapan, sekali pun kami bisa mendiskusikan banyak hal di komisi keselamatan. Saya telah mengajukan beberapa hal untuk mengubah flag-to-flag. Yang lain lebih suka membiarkan segalanya seperti adanya untuk mempertahankan tontonan. Pada akhirnya, Dorna memprioritaskan pertunjukan, tapi ini mengarah pada banyaknya risiko yang harus diambil."

Valentino Rossi dan Marc Marquez termasuk pembalap yang mendukung regulasi flag-to-flag dipertahankan. Namun, keduanya menekankan perlu adanya aturan yang lebih ketat saat pembalap melakukan penggantian motor di pit. 

"Kami harus mengklarifikasi regulasi tentang penggantian motor. Balap motor sedikit baru tentang ini, dan itu mungkin alasan kami seharusnya memperkenalkan aturan yang lebih jelas tentang cara melakukannya. Apa pun, alternatifnya adalah menghentikan balapan, tapi saya rasa opsi yang ada sekarang tak begitu buruk, terutama buat para penonton," ungkap Rossi. 

Marquez menimpali, "Sekarang jauh tak berbahaya daripada sebelumnya, tapi selalu ada bahaya, baik di sini (MotoGP) maupun di F1. Segalanya harus diorganisasi dengan baik."

(CS/Indra)

Berita Terkait