BERITA LIGA INGGRIS >> PREMIER LEAGUE

Larangan Main di 2 Laga bagi Pelaku Diving

Striker Arsenal Danny Welbeck ditekel bek Burnley Ben Mee di kotak penalti Burnley di Premier League, 22 Januari 2017. --FOTO: Reuters / Dylan Martinez

Jum'at, 19 Mei 2017 14:55 WIB

Cekskor.com - Para pelaku diving atau aksi berpura-pura dilanggar pemain lawan di Premier League dan kompetisi-kompetisi di bawahnya di Inggris kini harus makin waspada. Pasalnya, mulai musim depan, FA bakal menerapkan sanksi retrospektif berupa larangan bermain di dua partai bagi mereka yang terbukti melakukan diving. 

Jadi, besar kemungkinan sang pelaku diving tak terkena sanksi dalam pertandingan. Namun, ia berpotensi mendapatkannya setelah FA melakukan investigasi terhadap dugaan aksi diving yang dilakukannya dalam sebuah pertandingan. 

Perubahan regulasi yang diberinama 'Successful Deception of a Match Official' (penipuan yang berhasil terhadap wasit) disetujui oleh Dewan FA, Kamis (18/5). FA akan menggunakan Fast Track System dalam melakukan investigasi sebuah insiden yang menghasilkan sebuah penalti atau pemberian kartu merah terhadap pemain. 

Sebuah panel yang terdiri dari satu mantan wasit, satu mantan pelatih, dan satu mantan pemain akan diminta untuk meninjau ulang semua rekaman video yang ada dari insiden secara sendiri-sendiri dan memberi masukan kepada FA mengenai apakah mereka yakin itu sebuah pelanggaran atas regulasi 'Successful Deception of a Match Official'. FA baru akan melakukan keputusan bila panel tersebut mencapai kata sepakat secara mutlak. 

Proses ini serupa dengan yang digunakan untuk pelanggaran yang menghasilkan kartu merah (perilaku kekerasan/pelanggaran serius/meludah terhadap lawan) yang tak disadari oleh wasit dalam pertandingan, tapi tertangkap oleh kamera. 

Dalam kasus ini, tiga mantan wasit meninjau ulang semua rekaman video secara terpisah dan kemudian memberi masukan kepada FA apakah mereka yakin itu adalah sebuah pelanggaran yang layak atas kartu merah langsung.

Jika terbukti melakukan diving dan berpura-pura cedera, pemain yang bersangkutan akan menerima sanksi larangan bermain di dua partai. 

Meski usaha menipu wasit dengan berpura-pura cedera atau dilanggar lawan adalah sebuah pelanggaran yang layak diberi sanksi atas perilaku tak sportif, faktanya tindakan simulasi ini telah berhasil menipu seorang wasit dan, karena itu, menghasilkan sebuah penalti dan/atau pengusiran (kartu merah), membenarkan sebuah penalti yang lebih tegas yang berfungsi sebagai sebuah efek jera. 

Andai sebuah dakwaan atas 'Successful Deception of a Match Official' disetejui atau terbukti benar, Komisi Regulasi Independen akan punya kekuatan untuk membatalkan sanksi atau pengusiran yang diterima oleh pemain lawan sebagai hasil dari simulasi jika komisi itu memilh untuk melakukannya.

Fast Track System untuk mengatasi insiden-insiden secara retrospektif, yang diperkenalkan oleh FA pada musim 2004/2005, memungkinkan kasus-kasus disiplin dibahas sebelum pemain yang bersangkutan tampil di laga berikutnya.

TINDAKAN RETROSPEKTIF DILAKUKAN ...
* Jika sebuah tindakan yang dimaksud menghasilkan sebuah penalti
* Jika sebuah tindakan yang dimaksud menghasilkan sebuah kartu merah langsung terhadap seorang lawan
* Jika sebuah tindakan yang dimaksud menghasilkan sebuah pengusiran terhadap seorang lawan (di mana tindakan yang dimaksud membuat lawan menerima salah satu dari kedua sanksi tersebut) 

(CS/Indra)

Berita Terkait