Kesulitan Argentina di Pra-Piala Dunia 2018 Mirip dengan Pra-Piala Dunia 1986 Saat Mereka Jadi Juara
Rizal | Kamis, 12 Oktober 2017 | 16:51 WIB

Cekskor.com - Argentina mengenang sukses di Piala Dunia 1986 sebagai momen sepakbola terindah sepanjang sejarah. Pasalnya, sukses pertama Los Albiceleste memenangi Piala Dunia pada 1978 selalu dibayangi oleh kisah diktator yang memimpin negara itu.

Tapi, kemenangan di Meksiko delapan tahun kemudian menjadi kisah luar biasa yang ditandai dengan kegeniusan Diego Armando Maradona.

Sejak itu, Argentina tidak pernah lagi memenangi Piala Dunia meski kini mereka memiliki seorang genius seperti Maradona dalam sosok Lionel Messi. Tim Tango sempat nyaris meraihnya saat lolos ke final pada Piala Dunia 2014 di Brasil, tapi mereka kemudian kalah dari Jerman.

Kini, Argentina bahkan harus berjuang keras untuk sekadar lolos ke putaran final di Rusia tahun depan. Albiceleste lolos dari lubang jarum berkat hattrick Messi dalam kemenangan 3-1 atas Ekuador pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan, Selasa lalu.

Tapi, situasi sulit yang dialami Argentina sepanjang babak kualifikasi justru menjadi pertanda baik. Pasalnya, sebelum memenangi Piala Dunia 1986, Argentina juga sempat mengalami kesulitan untuk meraih tiket ke putaran final di Meksiko.

Argentina berhasil meraih hasil imbang 2-2 pada laga terakhir lawan Peru berkat gol telat Ricardo Gareca (yang kini jadi pelatih Peru) pada 30 Juni 1985 untuk memastikan keluar sebagai juara grup dan lolos otomatis ke putaran final.

Kemiripan juga terjadi seputar pelatih karena saat itu Carlos Bilardo juga menjadi sorotan seperti halnya Edgardo Bauza dan Jorge Sampaoli saat ini. Selain itu, Maradona juga sempat menuai banyak kritikan sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia 1986 seperti yang dialami Messi saat ini.

Publik Argentina juga mengecam keputusan Bilardo saat itu yang mencopot ban kapten dari tangan Daniel Passarella dan memberikannya kepada Maradona. Sebagai protes, mereka meneriakkan nama Passarella sepanjang 90 menit saat Argentina menjamu Peru pada laga terakhir babak kualifikasi di Stadion Monumental.

Tapi, hanya setahun kemudian, Maradona berubah menjadi dewa yang dipuja-puja rakyat Argntina berkat perannya membawa negara itu memenangi Piala Dunai 1986. Kini, Messi akan berusaha mengikuti jejak itu di Rusia tahun depan. (CS/Rizal)

Klasemen
# Team PTS
1 Barcelona 22
2 Valencia 18
3 Real Madrid 17
4 Atletico Madrid 16
5 Sevilla 16
Lihat Selengkapnya
Jadwal TV
23 Oktober 2017 18:30
Mitra Kutai Kartanegara
VS
Borneo FC
23 Oktober 2017 2:00
Olympique de Marseille
VS
Paris Saint Germain
23 Oktober 2017 1:45
REAL MADRID
VS
Eibar
22 Oktober 2017 22:00
Tottenham Hotspur
VS
Liverpool
22 Oktober 2017 21:15
Celta de Vigo
VS
Atletico Madrid
Lihat Selengkapnya