Inilah 11 Perbedaan Antara Madrid Musim Lalu dan Musim Ini
Rizal | Rabu, 6 Desember 2017 | 13:22 WIB

Cekskor.com – Mari bermain serupa tapi tak sama. Kita bisa lihat dua foto starting eleven Real Madrid di atas. Foto yang berada di atas di mana para pemain memakai jersey ungu adalah starting eleven Madrid yang membantai Juventus di final Liga Champions 3 Juni lalu. Sementara foto di bawahnya yang memakai kostum putih-putih adalah starting eleven Madrid dalam laga terakhir lawan Athletic Bilbao, Sabtu lalu.

Sekilas kedua foto ini terlihat sama. Tapi, jika diteliti lebih jauh, ada sejumlah perbedaan signifikan di antara kedua starting eleven itu. Perbedaan tidak hanya terletak pada potongan rambut Keylor Navas serta pergantian tempat antara Carlos Casemiro dan Isco Alarcon.

Perbedaan antara kedua starting eleven itu bahkan besar lagi, terutama terkait performa di lapangan. Berikut ini 11 perbedaan antara tim Madrid di final Liga Champions musim lalu dan tim Madrid saat ini:

1. Permainan Lambat dan Monoton
Semua suporter fanatik Madrid pasti masih ingat bagaimana tim kesayangan mereka bermain imbang pada 45 menit babak kedua final Liga Champions lawan Juventus. Sebaliknya, tim Los Blancos melawan Bilbao tampil mengecewakan.

2. Dalam Kondisi Depresi
Serangkaian performa dan hasil buruk yang diraih Madrid belakangan ini menimbulkan suasana depresi di ruang ganti. Mereka sempat melambung hingga ke langit ketujuh usai mengalahkan Juventus dan diyakini bakal tak terbendung musim ini. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya.

3. Paceklik Gol
Madrid mencetak empat gol ke gawang Juventus pada final Liga Champions musim lalu. Tapi, skuad kali ini gagal mencetak gol dalam dua laga tandang beruntun. Mereka imbang 0-0 lawan Atletico Madrid di Wanda Metropolitano dan lawan Bilbao di San Mames. Catatan Madrid secara keseluruhan juga memprihatinkan dengan hanya 25 gol dalam 14 laga di La Liga. Top scorer mereka saat ini adalah Isco dan Marco Asensio. Sementara itu, Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema mengalami kebuntuan dan Gareth Bale terus dibekap cedera.

4. Komposisi di Bangku Cadangan Tak Lagi Sama
Musim lalu, pelatih Zinedine Zidane bisa mengandalkan para pemain cadangan seperti Alvaro Morata, Asensio, James Rodriguez, dan Danilo saat Madrid mengalami kebuntuan. Tapi, nama-nama itu kini tak lagi di sana. Ada Mateo Kovacic, Borja Mayoral, Dani Ceballos, Theo Hernandez, dan Lucas Vazquez. Tapi, kualitasnya masih di bawah cadagan musim lalu.

5. Terpuruk
Luka Modric seperti bukan Luka Modric. Toni Kroos seperti bukan Toni Kroos. Marcelo Vieira juga begitu. Hampi semua individu pemain Madrid mengalami penurunan performa. Mereka lambat dan minim kreativitas. Mereka juga tidak efektif dalam melepaskan umpan-umpan panjang dan umpan-umpan silang.

6. Kekuatan Fisik Tidak Menonjol
Pada pramusim, Zidane mengungkapkan targetnya agar para pemain Madrid dalam kondisi puncak saat laga-laga Piala Super Eropa dan Piala Super Spanyol dimainkan pada akhir Agustus. Los Blancos memang memenangi kedua trofi itu lewat performa impresif. Tapi, setelah itu mereka seperti terjun bebas dan tak pernah muncul lagi.

7. Tak Adanya Koneksi Antarpemain
Ke-11 pemain Madrid di lapangan terlihat seperti tidak bermain bersama meski jersey mereka sama. Ada koneksi yang terputus antara lini tengah dan lini depan. Lini belakang pun tidak banyak membantu.

8. Keraguan di Bawah Mistar
Sebulan sebelum bursa transfer Januari dibuka, Madrid tidak punya gambaran jelas siapa yang akan jadi kiper utama mereka di paruh musim kedua. Keylor Navas terus menuai kritikan dan keinginan Madrid merekrut kiper top di bursa transfer Januari, menggerogoti kepercayaan dirinya.

9. Tidak Kritikan pada Diri Sendiri
"Saya tidak khawatir," kata Zidane usai laga lawan Bilbao. Padahal, ia sangat marah terhadap para pemainnya di ruang ganti. “Kepuasan” Zizou atas performa Madrid yang di bawah standar jelas membuat khawatir para suporter.

10. Tak Ada Keberuntungan
Dewi fortuna juga tidak berpihak kepada Madrid musim ini. Tembakan Casemiro di final Liga Champions yang berbuah gol setelah membentur Sami Khedira adalah sebuah keberuntungan. Kini, banyak tembakan yang membentur bingkai gawang atau melenceng.

11. Minim Motivasi
Sulit untuk memotivasi diri sendiri untuk bermain lebih baik setelah menjadi tim pertama yang memenangi gelar Liga Champions dua musi berturut-turut. Mereka juga berhasil memenangi gelar La Liga musim lalu setelah menunggu sangat lama. Apakah Madrid sudah kehilangan motivasi mereka setelah serangkaian sukses tersebut? (CS/Rizal)

Klasemen
# Team PTS
1 Barcelona 39
2 Valencia 34
3 Atletico Madrid 33
4 Real Madrid 31
5 Sevilla 28
Lihat Selengkapnya
Jadwal TV
11 Desember 2017 3:00
Olympique de Marseille
VS
Saint Etienne
11 Desember 2017 2:45
Villarreal
VS
Barcelona
11 Desember 2017 0:30
Levante
VS
Athletic Bilbao
10 Desember 2017 23:00
Nantes
VS
OGC Nice
10 Desember 2017 23:00
Manchester United
VS
Manchester City
Lihat Selengkapnya