MotoGP Belum Siap Kehilangan Rossi
Indra Kurniawan | Senin, 8 Januari 2018 | 18:59 WIB

Ceskskor.com - Tahun 2018 adalah musim ke-22 Valentino Rossi berkiprah di Grand Prix Motor (GP Motor) dan musim ke-18 di GP.500/MotoGP. Pada 16 Februari nanti, Il Dottore akan berusia 39 tahun.

Bahkan, bisa dikatakan performanya telah menurun, paling tidak, dalam tiga tahun terakhir. Namun, yakinlah, MotoGP belum siap kehilangan pengoleksi sembilan gelar juara dunia GP Motor tersebut. 

Rossi masih dibutuhkan sebagai pemberi motivasi bagi para pembalap muda dan daya tarik buat para pecinta GP Motor untuk datang ke sirkuit. Gairah atau hasrat Rossi terhadap balap motor masih sama seperti ketika ia memulai debutnya pada 1996. 

Rossi mengalami dua kali patah kaki, yakni pada 2010 dan 2017. Tahun lalu, tepatnya pada 31 Agustus, Il Dottore dibekap patah kaki --tulang fibula dan tibianya patah-- saat berlatih dengan motor enduro. Keesokan harinya, ia dioperasi yang memaksanya absen dari MotoGP San Marino di Misano.

Namun, ia kembali menunggangi YZR-M1 miliknya, hanya 22 hari setelah dioperasi. Ia mampu merebut posisi front row di kualitiakasi dan bertahan di urutan kedua di sepanjang balapan sebelum akhirnya finis kelima. Meski begitu, Rossi menebusnya dengan finis kedua di Sirkuit Phillip Island, Australia, pada balapan berikutnya. 

"Saya sangat terkejut dengan motivasinya untuk segera balapan lagi (pasca patah kaki). Maksud saya, kita akan berpikir setelah karier yang begitu panjang, meraih segala yang dijuarainya, melewatkan satu balapan lagi seharusnya tak membuat perbedaan, bukan. Malah, ia bekerja keras dan berusaha keras untuk kembali satu balapan lebih cepat," kata Davide Brivio, mantan manajer tim Rossi yang kini mengurusi Suzuki MotoGP. 

"Saya selalu bilang ia adalah model yang harus dipelajari dan saya berharap generasi pembalap yang lebih muda melihat apa yang ia lakukan dan berusaha termotivasi. Mereka semestinya mengambil contoh dari gairah dan motivasi yang dimiliki Rossi untuk mengendarai sebuah motor. Saya berharap para pembalap lainnya akan melihat itu dan mengikutinya!"

Bukan cuma soal motivasi bagi pembalap muda, Rossi juga diyakini menjadi aktor utama penentu komposisi pembalap di musim tertentu. Ini terkait dengan pensiun atau tidaknya Il Dottore. 

Isu bahwa Rossi akan menggantung helm setidaknya sudah terjadi di awal musim dalam tiga tahun terakhir. Rossi selalu berdalih ingin melihat level kekompetitifan motornya dalam tiga hingga lima balapan pertama di setiap musim sebelum memutuskan untuk memperpanjang kontraknya di Yamaha. 

Pada 2018 pun tak berbeda. Andai Rossi memutuskan pensiun di akhir tahun ini, bursa pembalap dipastikan bakal hiruk pikuk. Yamaha sudah pasti berusaha memiliki pembalap terhebat yang tersedia di bursa untuk mendampingi Maverick Vinales. 

Efeknya, lineup pembalap di beberapa tim pada MotoGP 2019 bakal ikut terpengaruh. Pembalap Yamaha Tech 3 Johann Zarco digadang-gadang menjadi pengganti ideal Rossi. 

Di samping itu, Dorna juga harus menyediakan slot untuk tim MotoGP pada 2019 milik Rossi bila ia memutuskan pensiu pada akhir 2018. Sejumlah pembalap pasti tertarik bergabung dengan tim baru Rossi tersebut. 

(CS/Indra)

Berita Terkait
...
MOTO GP

Tampil Sehebat 2017 tak Cukup buat Dovi

Senin, 22 Januari 2018 | 13:55 WIB
...
MOTO GP

MotoGP Bakal Digelar di Trek Jalan Raya

Minggu, 21 Januari 2018 | 08:58 WIB
...
MOTO GP

Mengidap Sakit Langka, Folger Mundur

Kamis, 18 Januari 2018 | 17:21 WIB
Klasemen
# Team PTS
1 Barcelona 51
2 Atletico Madrid 42
3 Valencia 40
4 Real Madrid 32
5 Villarreal 31
Lihat Selengkapnya
Jadwal TV
23 Januari 2018 3:00
Swansea City
VS
Liverpool
22 Januari 2018 2:45
Real Betis
VS
Barcelona
22 Januari 2018 0:30
Real Sociedad
VS
Celta de Vigo
21 Januari 2018 23:00
Southampton
VS
Tottenham Hotspur
21 Januari 2018 22:15
Atletico Madrid
VS
Girona
Lihat Selengkapnya