Hamilton Disebut di Paradise Papers
Indra Kurniawan | Selasa, 7 November 2017 | 16:42 WIB

Cekskor.com - Lewis Hamilton menghabiskan sebagian besar penghasilannya untuk membeli jet pribadi bertipe Bombardier Challenger CL605 pada 2013 dari Kanada dan diimpor ke Inggris. Itu tepat ketika ia pindah dari McLaren ke Mercedes. 

Bila menggunakan kurs sekarang, pesawat berwarna merah marun dengan insial G-LCDH (Lewis Carl Davidson Hamilton) di bagian ekornya tersebut berharga 16,5 juta poundsterling atau sekitar Rp293,1 miliar. 

Pastinya Hamilton tak menyangka empat tahun kemudian atau tepatnya pada 2017 ini, jet pribadinya bakal memberinya masalah besar. Sebuah dokumen bernama Paradise Papers (Dokumen Surga) setebal 13,4 juta halaman dipublikasikan oleh International Consortium of Investigatice Journalists (ICIJ) berdasarkan permintaan dari surat kabar Jerman, Suddeutsche Zeitung, yang menerima dokumen tersebut, pada Minggu (5/11). 

Dokumen ini memuat skandal pajak dan keuangan ratusan orang dan perusahaan berdasarkan sejumlah data. Banyak politikus, selebriti, dan orang kaya serta perusahaan multinasional disebut dalam dokumen tersebut. 

Paradise Papers 'mencomot' data-data dari perusahaan hukum di Segitia Bermuda, EY dan Appleby. Perusahaan ini membantu banyak orang kaya, termasuk Hamilton, dan perusahaan membangun sebuah perusahaan fiktif demi menghindari pembayaran pajak. 

Modusnya dengan menggunakan struktur rumit perusahaan atau yayasan fiktif atau tertutup demi melindungi uang mereka dari otoritas pajak. Dengan kata lain, mereka berusaha menghindari membayar pajak seperti VAT (Value Added Tax) atau PPN (Pajak Penambahan Nilai), dalam transaksi mereka. 

Untuk kasus Hamilton, menurut  BBC dan koran Guardian, pembalap F1 Inggris berusia 32 tahun diklaim menghindari pembayaran PPN dalam pembelian jet pribadinya tersebut. Hamilton dituduh membuat sebuah perusahaan fiktif di Isle of Man, wilayah yang masuk dalam otorita Inggris yang memberlakukan pajak rendah. 

Hamilton membeli pesawatnya dengan menggunakan perusahaan di British Virgin Islands (BVI), yang kemudian menyewakannya kepada sebuah perusahaan Guernsey--fiktif milik Hamilton-- di Isle of Man. Perusaahaan ini kemudian menyewakannya lagi ke perusahaan pihak ketiga di Isle of Man --Hamilton sendiri. Isle of Man memberikan refund atau pengembalian pajak (PPN) senilai 3,3 juta poundsterling (Rp58,6 miliar) berdasarkan sebuah transaksi bisnis. 

Berdasarkan undang-undang Uni Eropa dan Inggris, PPN tak diberlakukan terhadap barang-barang yang dilibatkan dalam transaksi bisnis. Hamilton dianggap sebagai klien dari Perusahaan Guernsey di Isle of Man.

Namun, faktanya, Hamilton menggunakan jet pribadinya, sepertiganya untuk kepentingan personalnya seperti liburan. Berdasarkan regulasi pajak Uni Eropa, ketika sebuah perusahaan atau individu melakukan impor sebuah pesawat dari luar kontimen harus membayar 20% PPN dari harga pembelian.

Artinya, Hamilton wajib membayar PPN sebesar 20% dari harga total jet pribadinya demi bisa terbang bebas di teritori Eropa dan Inggris. PPN ini hanya bisa direklaim berdasarkan penggunaannya untuk bisnis, bukan pribadi. 

Tim pengacara Hamilton menegaskan tak ada yang salah dari pembelian dan pemindahan jet pribadi kliennya ke Isle of Man. Ditambah lagi, Hamilton tak terlibat dalam skema penghindaran pajak yang seperti yang disebut dalam Paradise Papers. 

Hamilton, pemegang gelar juara dunia F1 empat kali, tengah diinvestigasi otoritas pajak dan bea cukai Inggris.

(CS/Indra)

Berita Terkini
Hazard Akui Kagumi Madrid, tetapi...
INGGRIS

Hazard Akui Kagumi Madrid, tetapi...

Kamis, 23 November 2017 | 11:47 WIB
Barzagli: Satu Poin yang Positif
ITALIA

Barzagli: Satu Poin yang Positif

Kamis, 23 November 2017 | 11:16 WIB
ff
Klasemen
# Team PTS
1 Barcelona 34
2 Valencia 30
3 Real Madrid 24
4 Atletico Madrid 24
5 Sevilla 22
Lihat Selengkapnya
Jadwal TV
24 November 2017 3:05
Everton
VS
Atalanta
24 November 2017 3:05
A.C. Milan
VS
Austria Wien
24 November 2017 1:00
FC Koln
VS
ARSENAL
23 November 2017 2:45
Paris Saint Germain
VS
Celtic
23 November 2017 2:45
Juventus
VS
Barcelona
Lihat Selengkapnya